Senin, 10 Desember 2018

Peran Interaksi dalam Sistem Sosial


Sosial merupakan sebuah kata yang sudah ramah terdengar di telinga kita, dimana dalam artia kata sosial sendiri yang berarti sesuatu yang beralian dengan sistem hidup bersama atau hidup bermasyarakat dari orang atau sekelompok orang yang didalamnya sudah tercakup struktur, organisasi, nilai-nilai sosial, dan aspirasi hidup serta cara mencapainya.[1]
Diamana keadaan sosial didalam masyarakat umunya telah membentuk sebuah syetem system sosial melalui kebudayaan masyarakatnya. Dimana teori sistem sosial pertama kali diperkenalkan oleh seorang sosiolog Amerika, Talcot Parsons. Konsep sistem sosial merupakan konsep relasional sebagai pengganti konsep eksistensional perilaku sosial. Konsep struktur sosial digunakan untuk analisis yang abstrak, sedangkan konsep sistem sosial merupakan alat analisis realitas sosial sehingga sistem sosial menjadi suatu model analisis terhadap organisasi sosial. Konsep sistem sosial adalah alat pembantu untuk menjelaskan tentang kelompok-kelompok manusia. Model ini bertitik tolak dari pandangan bahwa kelompok-kelompok manusia merupakan suatu sistem. Tiap-tiap sistem sosial terdiri atas pola-pola perilaku tertentu yang mempunyai struktur dalam dua arti, yaitu :
1.       relasi-relasi sendiri antara orang-orang bersifat agak mantap dan tidak cepat berubah;
2.       perilaku-perilaku mempunyai corak atau bentuk yang relatif mantap.

Parsons menyusun strategi untuk analisis fungsional yang meliputi semua sistem sosial, termasuk hubungan berdua, kelompok kecil, keluarga, organisasi kompleks dan juga masyarakat keseluruhan. Sebagai suatu sistem sosial, ia mempunyai bagian yang saling bergantung antara yang satu dengan yang lainnya di dalam satu kesatuan. Kesemuanya saling mengkait satu sama lain dalam kebudayaan yang saling menguntungkan.
Dalam suatu sistem sosial, paling tidak harus terdapat empat hal, yaitu :
1. Dua orang
2. Terjadi interaksi di antara mereka
3. Bertujuan
4. Memiliki struktur, simbol dan harapan-harapan bersama yang dipedomaninya

Lebih lanjut Parsons mengatakan bahwa sistem sosial tersebut dapat berfungsi apabila dipenuhi empat persyaratan fungsional, yaitu :
1) Adaptasi, menunjuk pada keharusan bagi sistem-sistem sosial untuk menghadapi lingkungannya.
2) Mencapai tujuan, merupakan persyaratan fungsional bahwa tindakan itu diarahkan pada tujuan-tujuannya (bersama sistem sosial).
3) Integrasi, merupakan persyaratan yang berhubungan dengan interelasi antara para anggota dalam sistem sosial.
4) Pemeliharaan pola-pola tersembunyi, konsep latensi (latency) pada berhentinya interaksi akibat keletihan dan kejenuhan sehingga tunduk pada sistem sosial lainnya yang mungkin terlibat.
Model persyaratan fungsional Parsons ini dapat digunakan untuk menganalisis interaksi di antara pola-pola institusional utama di dalam sistem-sistem sosial yang lebih besar. Sistem sosial terdiri atas satuan-satuan interaksi sosial. Unsur-unsur tersebut membentuk struktur sistem sosial itu sendiri dan mengatur sistem sosial. Unsur-unsur sistem sosial tersebut ada sepuluh yaitu :
1. Keyakinan (pengetahuan)
2. Perasaan (sentimen)
3. Tujuan, sasaran, atau cita-cita
4. Norma
5. Kedudukan peranan (status)
6. Tingkatan atau pangkat (rank)

7. Kekuasaan atau pengaruh (power)
8. Sangsi
9. Sarana atau fasilitas
10. Tekanan ketegangan (stress-strain). [2]

Tentu saja berbagai system sosial yang terdapat pada masyarakat menurut Parsons jugalah dapat diterapkan dalam sebuah Perpustakaan. umumnya terdapat perilaku-perilaku sosial yang cenderung tetap dan teratur yang dapat dilakukan oleh Pustakawan dan Pemustaka, perilaku pustakawan dan pemustaka dapat menjadi pembatas perilaku-perilaku individu dan kelompok. Dalam sebuah Perpustakaan , individu atau kelompok akan cenderung menyesuaikan perilakunya dengan keteraturan kelompok atau masyarakatnya.
Sehingga tidak dapat dihindari bahwa perpustakaan terdapat sebuah interaksi, karena interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Bentuk lain dari proses sosial hanya merupakan bentuk-bentuk khusus dari interaksi sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang  dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun  antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Sedangkan didalam sebuah perpustakaan sering terjadi interaksi antara Pemustaka dan Pustakawan, dalam layanan sirkulasi. Dimana peran pustakawan disini sangatlah penting untuk menjaga Image perpustakaan itu sendiri, sebab Pustakawan di bagian layanan sirkulasi akan secara langsung berinteraksi dengan Pemustaka untuk memberikan kesan dan kenyamanan pemustaka sendiri.
Didalam layanan sirkulasi perpustakaan juga terdapat bagian yang tidak perlu untuk kontak secara langsung dengan pustakawan, hal ini disebabkan karena kemajuan teknologi. Yang dimaksud disini adalah layanan Open Public  Aces Cataloge  (OPAC). Dimana dalam penggunaan Opac tersebut adalah untuk mempermudah pemustaka dalam pencarian buku ataupun bahan koleksi lainya. Untuk mempermudah lagi pencarian koleksi maka sistem yang dikembangkan adalah dengan  memberi kebebasan kepada pemakai untuk memformulasikan permintaan informasinya baik dengan queri Boolean (queri menggunakan operator and, or, atau not), dengan pendekatan probabilistik (queri menggunakan operator sum dan wtd) ataupun campuran dari kedua tipe tersebut yang formulasinya dinamakan sebagai queri ganda. Ide mengkombinasikan queri Boolean dan probabilistic dipandang sebagai mengkombinasikan multiple sources of evidence. Hal ini dimaksudkan agar menduga relevansi antara dokumen dan queri lebih logis sehingga dapat meningkatkan kinerja system.[3]
Dari hasil ini maka pemustaka akan dapat dengan mudah menemukan koleksi yang diinginkan tanpa perlunya Menemui pemustaka.
Nama : Ilham Asnghari
NIM : 12310173023
Tugas : Teori Sosiollogi


DAFTAR PUSTAKA
Mahasiswa Jurusan Administrasi Negara, Sistem Sosial Budaya Indonesia,2015
J. Belkin, C. Cool, W.B. Croft, J.P. Callan, In Proceedings of the 16th Annual International ACM SIGIR Conference on Research and Development in Information Retrieval, Pittsburgh, 1993.
Setyawan D. Aditya, Sistem Sosial dan Sistem Budaya,(Bandung: Rafika aditama, 2012) hal.7


[1] Mahasiswa Jurusan Administrasi Negara, Sistem Sosial Budaya Indonesia,2015
[2] Setyawan D. Aditya, Sistem Sosial dan Sistem Budaya,(Bandung: Rafika aditama, 2012) hal.7
[3] J. Belkin, C. Cool, W.B. Croft, J.P. Callan, In Proceedings of the 16th Annual International ACM SIGIR Conference on Research and Development in Information Retrieval, Pittsburgh, 1993.

Selasa, 02 Oktober 2018

Electronic Document

Seiring berkembangnya zaman teknologi ini, dokumen lebih mudah disimpan dalam bentuk elektronik atau biasa disebut E-Document. E-Document atau Elektronik Dokumen adalah dokumen berbentuk elektronik seperti data yang disimpan pada komputer, laptop, jaringan dan media penyimpanan lainnya. E-Document lebih praktis dan tidak membutuhkan ruang yang terlalu banyak daripada dokumen tercetak.

Kamis, 20 September 2018

5 Rak Zaman Now

Sebuah Perpustakaan maupun sebuah taman baca merupakan sebuah tempat untuk mencari sebuah Informasi. Sehingga sangat wajar jika di sebuah pperpustakaan terdapat banyak rak dan berbagai jenis rak yang digunakan untuk menyimpan segala bentuk informasi.
Berikut ini merupakan beberapa contoh rak buku yang terdapat didalam sebuah perpustakaan zaman now











Kamis, 13 September 2018

Perencanaan Desain Tata Ruang


Banyak orang yang setuju perpustakaan merupakan salah satu tempat yang tepat untuk mendapatkan sebuah informasi dengan cepat, namun masih belum banyak yang setuju bahwa perpustakaan merupakan tempat yang nyaman untuk menggali informasi. Tentu hal ini menjadi sebuah delima sebuah perpustakaan yang memiliki fungsi utama sebagai tempat untuk mengadakan, mengelolah, menyediakan, dan menyebar informasi ke pustaka namun pemustaka itu sendiri tidaklah merasanyaman didalam sebuah perpustakaan.
Didalam dunia pendidikan sebuah informasi merupakan sebuah kebutuhan pokok yang harus didapat disekolah, sehingga dari hal in sebuah perpustakaan sekolah memiliki peran penting sebagai pusat pembelajaran dalam pemenuhan kebutuhan informasi. Dimana segala aktivitas dan sumber informasi didalam sebuah perpustakaan dapat menentukan bagaimana tingkat kemajuan sekolah tersebut, hal ini dapat dibuktikan dengan sejauh mana pengetahuan yang diperoleh siswa selama disekolah dan perpustakaanya. Sehingga dari hal itu pihak pemerintah juga memperhatikan perkembangan perpustakaan sebab pengembangan dan penataan perpustakaan menjadi bagian penting dari pelaksanaan gerakan literasi SD dan pengelolaan pengetahuan yang berbasis pada bacaan. Perpustakaan yang dikelola dengan baik mampu meningkatkan minat baca warga SD dan menjadikan mereka pembelajar sepanjang hayat.  (Muhammad 2016)  
Dari sini kita dapat melihat seberapa pentingnya peran perpustakaan didalam sebuah institusi pendidikan, maka perpustakaan tersebut haruslah mampu melayani seluruh kebutuhan yang ada didalamnya. Usaha pemenuhan kebutuhan pemustaka sangatlah banyak yang perlu diperhatikan. Namun  Salah satu factor yang perlu  mendapatkan perhatian khusus oleh pustakawan untuk menjadikan perpustakaan ideal ialah bentuk bangunan dan penataan ruang sebuah perpustakaan. Nah kali ini pembahsan kita adalah mengenai Desain Penataan ruang sebuah perpustakaan di sekolah.
Berikut ini merupakan hal hal yang perlu diperhatikan dalam Pembangunan Perpustakaan
1.       Gedung Perpustakaan
Gedung atau bangunan sebuah perpustakaan sangatlah berfariasi, namun sudah banyak kita temui sebuah perpustakaan  sekolah memiliki tampilan yang tidak jauh berbeda dengan bangunan kelas yang ada disamping kanan dan kiri. Disini kita setidaknya dapat melakukan perubahan bahwa perpustakaan sekolah adalah sebuah tempat yang utama sehingga tampilan luar perpustakaan haruslah mencolok dan berbeda denganbangunan lainya. Letak perpustakaan di sekolah jugalah harus ditempat setrategis, setidaknya berada tepat ditengah bangunan sekolah agar setiap warga sekolah dapat dengan mudah untuk menjangkaunya. Dan untuk luas sebuah perpustakaan juga sangatlah diperhatikan, seorang pustakawan setidaknya mampu merencanakan pembangunan perpustakaan yang berjangka panjang, sehingga juga perlu diperhitungkan proporsi dari jumlah keseluruhan siswa dengan luas bangunan. Dalam perencanaan pembangunan ini seorang pustakawan harus mampu memfikirkan Luas bangunan yang akan dibangun akan mampu menampung jumlah siswa dalam satu tahun sampai 5 tahun kedepan.
2.       Perencanaan Tata Ruang
Perencanaan tata ruang didalam sebuah perpustakaan merupakan hal utama, sehingga didalam perencanaan dan pengelolaan ruangan perpustakaan haruslah ada beberapa ruang yang wajib ada didalam perpustakaan diantaranya adalah:
a.       Ruang Sirkulasi
b.      Ruang Koleksi Umum
c.       Ruang Baca
d.      Ruang Pengelolahan
e.      Ruang Penitipan Barang
Setidaknya didalam sebuah perpustakaan sekolah harus terdapat 5 ruang tersebut. Namun untuk memfasilitasi siswa agar merasanyaman diperpustakaan maka perlu beberapa ruang tambahan diantaranya adalah;
a.       Ruang Refrensi & Komputer
b.      Ruang Audio, Vidio
c.       Ruang Diskusi
d.      Dan Beberapa ruang sesuai kebutuhan siswa. Seperti halnya kantin / taman relex.
Bagaimanapun juga Pengadaan Ruang haruslah Menyesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan pemustaka dan keadaan lingkungan sekolah itu sendiri.
3.       Penataan Fasilitas
Selain perencanaan Penataan ruang semaksimal mungkin tetapi masih tetap diperlukan sebuah perencanaan pengadaan dan penataan fasilitas perpustakaan sekolah , dimana perencanaan tersebut haruslah dapat memperkirakan adanya proporsi ruangan dan keberadaan fasiltas dan ke efisienan fasilitas tersebut didalam penggunaaanya. Hal ini juga dapat berakibatkan fatal didalam desain interior sebuah perpustakaan terhadap penataan fasiltas disebuah perpustakaan. Sebab penataan fasilitas didalam sebuah perpustakaan haruslah mampu memperkirakan setiap detai detail dari setiap peletakan fasilitas dan tetap memperhatikan tingkat keefektifan dalam bergerak, serta tetap memperhatikan segala dampak dalam kesehatan seorang pemustaka maupun pustakawan sendiri.
Penataat Fasilitas ini dapat berupa posisi peletakan sebuah rak buku yangharus memiliki sebuah space (jarak) untuk 2 orang yang saling berbalik badan untuk mencari buku dan juga masih mapu untuk dijadikan jalan saat orang lain melewati kedua orang yang saling berballik badan. Seorang pemustaka juga harus menyediakan sebuah solusi didalam kekurangan fasilitas yang tersedia. Disini dapat dicontohkan untuk setia orang memiliki tinggi badan yang berbeda maka pemustaka harus menyediakan tangga atau sebuah bangku untuk membantu pustakawan yang memiliki poster rendah untuk mengambil sebuh buku dari rak yang cukup tinggi.

Kursus Mahir Dasar 2018 IAIN Tulungagung

Kursus Mahir Dasar Pembina Pramuka yang lebih sering disebut KMD merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh pramuka iain tulungagung.  Kegiatan ini merupakan sebuah kegiatan pendidikan dan pelatihan mengenai materi materi Kepramukaan namun dalam pelatihan ini tidaklah monoton didalam kelas namun juga berbentuk outbound dan praktik materi di lapangan. Tujuan dari pelaksanaan kmd adalah mencetak kader Pembina Mahir yang akan terjun dalam membimbing adik adik di sekolah sekolah dasar kedepanya. Sasaran dari pelaksanaan kmd adalah mahasiswa IAIN tulungagung Jurusan pgmi,  namun mahasiswa dari jurusan lain bahkan dari perguruan tinggi lain juga dapat mengikuti kmd ini. Pengisi dalam kegiatan KMD adalah dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kwartir Cabang Tulungagung, dimana keanggotaan dari Pusdik tersebut adalah orang orang yang sudah memiliki keahlian didalam bidangnya.

Untuk pelaksanaan KMD Tahun 2018 pada bulan september.  Pendaftaran sudah dibuka sejak 01 sampai 20 september di Ruang Pramuka Gedung Unit Kegiatan Mahasiswa lantai 1, dan untuk pelaksanaan kegiatan pada 29 september sampai 04 Oktober 2018.
Terang kak vivin devi p.  Sampai sejau ini sudah mencapai 100 peserta pendaftar dari 100 pendaftar tersebut tidak hanya dari IAIN tulungagung,  namun juga terdapat mahasiswa Stkip Tulungagung. Permintaan dari pusdik cabang tulungagung hanya meminta 160 kuota pendaftar agar penyampaian materi dalam pelatihan dapat tersampaikan dengan maksimal didalam waktu dan jumlah pelatih yang terbatas.
Come joins in KMD 2018

Senin, 10 September 2018

Seputar dokument

Minggu lalu pembahsan kita merupakan kearsipan kali ini kita memiliki bahasan yaitu Dokumen. Apa itu dokumen?

Kamis, 06 September 2018

Workstation Desain



Perpustakaan merupakan sebuah bangunan yang memiliki fungsi sebagai tempat sumber segala
Informasi, sehingga sangat diperlukan juga dalam pembangunan perpustakaan harus memperhatikan segalahalnya untuk kenyamanan pemustaka.

Rabu, 05 September 2018

Ilham Pemuda kecil dari ujung selatan


Inilah seorang pemuda kecil yang berasalah dari kota kecil ujung selatan Jawa Timur, dia bernama Ilham Asnghari kelahiran asli Tulungagung Jawa Timur, sekarang menempu pendidikan S1 di IAIN Tulungagung. Salah seorang dari Pioner Komunitas Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam.

Nama : Ilham Asnghari
Tempat Tanggal Lahir:Tulungagung 07september 2018
Alamat : Desa Balerejo, Kauman, Tulungagung, Jawa Timur
Pendidikan: Menempuh S1 Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam IAIN Tulungagung

Dibalik nama Asnghari
Inilah seorang pemuda kecil yang berasalah dari kota kecil ujung selatan Jawa Timur, dia bernama Ilham Asnghari kelahiran asli Tulungagung Jawa Timur. Banyak orang yang bertanya mengenai penulisan nama belakang dia, namun dia bangga akan pemberian dari nama ibunya. Jika diuaraikan nama Ilham memiliki arti pemberian ataupun sebuah anugrah, sedangkan nama Asnghari sebuah nama yang sulit diucapkan dan membuat orang bertanya apakah itu penulisanya sudah benar. Memang disaat kelahirannya banyak anggota keluarga yang memiliki perasaan campur aduk antara senang, takut, sedih dan sebagainya melebur dalam kepanikan ditengah malah kelahiran ilham.  Di saat tepat pukul 01.00 hari Senin Kliwon  07 September 1998  dia pun terlahir di dunia ini setelah melewati beberapa jam antara hidup dan mati seorang ibu ataupun anak. Ilham dilahirkan dengan operasi cesasar dengan kondisi ibu yang sudah lemas, sehingga dari situ semua keluarga menjadi sangat panic, namun setelah perjuangan keras dari sosok ibuk yang tangguh ilham dapat terlahirkan dengan selamat dan ibu masih dapat melihat wajah imut seorang manusia yang baru terlahir dan pada waktu itu ibu dan  ayah yang sedang berada di Surabaya memberikan nama Ilham Asyhari yang memiliki arti dan harapan dari orang tua terhadapa anaknya agar anak yang bernama Ilham Asyhari ini akan selalu diberikan sebuah Anugrah Kesehatan dalam menempuh dunia ini, serta dapat bermanfaat bagi seluruh  masyarakat sekitar. Namun disaat pelaporan di administrasi bukanlah ayah ataupun ibu dari ilham melainkan dari pamanya dan ia tidak bisa berbahsa arab sehingga dalam waktu penulisan di akta kelahiran adalah ILHAM ASNGHARI, dan nama itu tetap ia pakai karena dia menghormati perjuangan ibunya dan dukungan dari seluruh keluarga untuk kelahiranya.
yang semestinya Asyhari berarti Kesehatan dan harapan nama ini dari ibunya adalah agar anak kecil ini selalu diberikan sebuah anugrah kesehatan didalam menempuh kehidupan di dunia ini.
Dia merupakan anak pertama dari keluarga Haryono yang tinggal di Desa Balerejo kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung, ia dikenal sebagai anak yang pemberani sejak menginjak kelas 3 SD,
Pemuda kecil ini merupakan seorang aktivis Organisasi, Ia mulai belajar dalam ke organisasian mulai Ia menduduki bangku SMP, berawal dari ia berkecimpung di Dunia pramuka di SMPN 2 Kauman Tulungagung dari sana ia memperoleh beberapa prestasi sehingga dia menjadi sesok perhatian di berbagai mata guru pengajar. Dari prestasi yang diperolehnya dia direkrut oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah SMPN 2 Kauman untuk turut serta dalam mengurus dan mengelolah OSIS. banyak teman yang mengatakan bahwa ilham sangat terobsesi dalam berorganisasi sampai sampai dia berangkat sekolah pagi dan pulang sekolah sampai sore hari dan pada malam harinya ia lanjutkan untuk berkumpul bersama teman temanya IPNU IPPNU untuk  mengaji bersama serta menjalankan berbagai kegiatan, ia pun terkadang jarang pulang kerumah bila ada sebuah kegiatan, ia lebih memilih untuk tidur di Masjid bersama teman teman IPNU atau tidur di SMP waktu ada kegiatan OSIS atau Pramuka. Meskipun ia disibukkan dalam kehidupan berorganisasi ia tidak lupa untuk meninggalkan akedemik dikelasnya, hal ini dia buktikan dengan pencapaian prestasinya dalam perolehan Nialai Ujian Nasional ia mampu meraih posisi 10 besar dalam  satu SMP 2 Kauman.
Setelah lulus dari SMP dia melanjutkan pendidikan di SMKN 3 Boyolangu, di bangku SMK dia tidak surut dalam  berorganisasi melainkan ia lebih giat dalam berorganisasi, banyak sekali organisasi yang ia geluti mulai dari Pramuka dia bergabung dalam Anggota Pramuka Ambalan Bung Tomo Pangkalan SMKN 3 Boyolangu dan pada tahun yang sama dia juga menjadi penguruh harianPramuka  Dewan Kerja Ranting Kauman. Selain di kepramukaan dia juga tergabung dalam Anggota OSIS dan PMR SMKN 3 Boyolangu, adapun Organisasi luar sekolah yang ia ikuti diantaranya adalah KOMPAS Komunitas Pecinta Alam Semesta. Didalam KOMPAS banyak sekali pengalaman dan pelajaran akan berkehidupan social didalam masyarakat, didalam KOMPAS ini dia mampu memperoleh banyak prestasi dan kepercayaan, diantaranya ia pernah diberi Amanah untuk menjadi petugas Pembawa Merah Putih saat Upacara Peringatan Kemerdekaan Indonesia di Puncak Gunung Wilis Tulungagung, Perah Juara 2 Lomba Orientering Tingkat Jawa Timur, Masuk dalam 10 besar peraih point terbanyak Lomba Orientenering Tingkat Nasional dan masih banyak lagi prestasi yang diperolehnya.
Habis menikmati waktu di SMK dengan berbagai kegiatan Outdour dia membanting Stir dari kegiatan biasanya. Berawal dari ia masuk di Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam IAIN Tulungagung pada tahun 2017 ia melanjutkan kegiatan Organisasinya dengan Merintis Komunitas Mahasiswa Jurusan Ilmuperpustakaan dan Informasi Islam. Didalam organisasi ini ia  bersama temanya kedalam kegiatan kajian kajian keilmuan tidak lepas juga dengan berbagai kegiatan sosial dan dunia Literasi.  Sudah beberapa kegiatan yang telah terlaksana, dan beberapa kegitan partisipasi tingkat daerah maupun nasional yang diikutinya. Selagi dia melanjutkan kegiatan organisasinya ia juga mencoba menyelami dunia jurnalistik pada tahun 2018 ini, meskipun masih awal dia juga masih berusaha untuk mampu menyajikan banyak berita hebat untuk para netizen. <As,i>

Selasa, 04 September 2018

Arsip dan Nilai Guna Arsip


banyak yang berpendapat bahwa arsip itu hanyalah sebuah tumpukan tumpukan kertas didalam sebuah ruangan dan orang yang mengerjakan arsip tersebut adalah arsiparis yang memiliki kehidupan menumpuk dan berantakan seperti arsip dimejanya. namun jangan salah tangkap dengan arti arsip itu sendiri, kali ini kita akan melakukan pembahasan mengenai arsip dan nilai keguaanya.