Feature Cause

Donate & Help

Save a Life

Medecins du Monde Jane Addams reduce child mortality challenges Ford Foundation. Diversification shifting landscape advocate pathway to a better life rights international. Assessmen

Donate Now
Feature Cause

Feed the Poor

To Help Them Survive

Medecins du Monde Jane Addams reduce child mortality challenges Ford Foundation. Diversification shifting landscape advocate pathway to a better life rights international. Assessmen

Donate Now
Feature Cause

Save Humanity

To Help Them Survive

Medecins du Monde Jane Addams reduce child mortality challenges Ford Foundation. Diversification shifting landscape advocate pathway to a better life rights international. Assessmen

Donate Now
Feature Cause

Donate & Help

To Give Them a Life

Medecins du Monde Jane Addams reduce child mortality challenges Ford Foundation. Diversification shifting landscape advocate pathway to a better life rights international. Assessmen

Donate Now

No one has ever become poor by giving, Please Donate

  • Medecins du Monde Jane Addams reduce

  • Medecins du Monde Jane Addams reduce

  • Medecins du Monde Jane Addams reduce

  • Medecins du Monde Jane Addams reduce

  • Medecins du Monde Jane Addams reduce

Our Latest Blog

Senin, 10 Desember 2018

DKR to Ranugumbolo

Hasil gambar untuk prasdaka ranugumbolo
Tulungagung 11 September 2018 Pagi hari pukul 06.30 Dewan Kerja Ranting Kauman mengadakan kegiatan Refresing sekaligus menggelar rapat di Ranugumbolo.  Selain wahana wisata tempat ini—Ranugumbolo, sangat cocok bagi komunitas yang ingin melakukan rapatnya dengan suasa yang sejuk dan rindang.

Goes to Jombang "Anjang Sana LT IV

LT 4 KWARDA JAWA TIMUR 2017
Telah terlaksana pada tanggal 8 s.d.13 Juli di Buper SumberBoto, Jombang.
Lomba Tingkat 4 ini telah diikuti oleh kontingen Putra Putri Penggalang se Jawa Timur, dengan berbagai macam perlombaan mulai dari lomba Umum, Tapak Kemah, Kepramukaan, Ketrampilan, Ketangkasan, Religi dan lain sebagainya.
Dengan meriahnya lomba tinggkat penggalang ini DKR Kauman 14.03-15 Tidak mau ketinggalan even yang besar sehingga pada Hari Rabu 12 Juli 2017 1 Rombongan dari DKR Kauman berangkat menuju ke Bumi Perkemahan Sumberboto Jombang untuk berkunjung dan menambah wawasan serta tidak lupa untuk memberi dukungan kepada regu kontingen Tulungagung untuk menjadi Juara. ...Eeeh eeh Tak disangka sangka setelah tak lama Pengumuman Juara Kontingen Tulungagung mendapatkan juara3 regu putra dan putri. Wah hebat juga Tulungagung Lanjutkan terus perjuanganmu...
Salam PRAMUKA,  satu Indonesia.<As,i>

Peutupan Raimuna Nasional XI Gerakan Pramuka


Pramuka Ok/Jakarta - Ketua Kwartir Nasional Adhyaksa Dault akan menutup Raimuna Nasional XI Gerakan Pramuka di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Acara tersebut dihadiri oleh 15 ribu Pramuka dari 34 provinsi di Indonesia.

Pada acara penutupan Raimuna Nasional XI kali ini, tidak hanya menampilkan budaya dari Indonesia saja. Tiga kontingen negara lain yaitu Taiwan, Singapura dan India juga akan mengisi acara penutupan.

Usai penampilan dari 3 kontingen negara lain, baru upacara tutup adat Bhinneka Tunggal Ika yang menampilkan peserta dengan pakaian adat Indonesia tampil. Lalu acara dilanjutkan dengan malam keakraban dalam rangka penutupan Raimuna Nasional XI.

Rencananya pada acara penutupan ini, Adhyaksa akan memberikan amanat bagi para Pramuka seluruh Indonesia. Penutupan sendiri akan ditandai dengan pembunyian sirine dan penurunan bendera kegiatan. Selain Adhyaksa, juga akan hadir seluruh Ketua Kwarda Pramuka se-Indonesia, Minggu (21/8/2017).

Acara Raimuna Nasional XI diadakan selama seminggu penuh dari tanggal 14-21 Agustus 2017 di Bumi Perkemahan Cibubur. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) membuka secara langsung kegiatan tersebut bersama Adhyaksa. Selain mereka berdua, saat pembukaan hadir juga Menhan Ryamizard Ryacudu dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. 
(AS,I)

Mahasiswa Risih Perpustakaan Sempit Penuh dengan Barang



Kamis, 08 November 2018 Perpustakaan Fakultas Ushuludin adab dan Dakwah IAIN Tulungagung. Mahasiswa FUAD merasa risih dengan pemandangan yang supel didalam sebuah perpustakaan yang ber ukuran 4 x 7 meter persegi. 

Tradisi Tampilan Nyentrik Mahasiswa Febi





FEBI  IAIN Tulungagung, merupakanan salah satu Fakultas yang memiliki banyak peminat di Institut agama Islam Tulungagung. Salah satu icon dari Fakultas ini adalah Gedung Syaifudin Zuhri yang terdapat banyak mahasiswa dan mahasiswi yang memiliki penampilan menarik dan nyentrik. Ahmad Sobirin Mahasiswa Ekonomi Syariah mengukapkan bahwa  penampilan menarik dan nyentrik mahasiswa Febi merupakan sebuah kebiasaan  dan menjadi sebuah tradisi

Kuliah Umum HAM dengan


Selasa 23 Oktober 2018,  Aula Utama IAIN Tulungagung Wakil Ketua Bidang Internal Komnas

Cycling Prasdaka



Minggu, 21 Oktober 2018 Pramuka SMPN 2 Kauman kembli turun ke jalan, mereka secara beramai ramai bersepeda menuju berbagai monument bersejarah di tulungagung

Fungsi Katalog bahan Pustaka

Kegiatan ataupun proses pembuatan sebuah ringkasan dari bahan pustaka atau dokumen (buku, majalah, CD-ROM, mikrofilm, dll.) ini lah yang disebut Katalogisasi. Istilah ini kadang-kadang juga meliputi klasifikasi bahan pustaka dan secara umum penyiapan bahan pustaka untuk digunakan pemakai. Kadang-kadang disebut juga dengan istilah pengindeksan (indexing) (miswan:3). Sedangkan katalog adalah Presentasi ciri-ciri dari sebuah bahan pustaka atau dokumen (misalnya: judul, pengarang, deskripsi fisik, subyek, dll.)

Peran Interaksi dalam Sistem Sosial


Sosial merupakan sebuah kata yang sudah ramah terdengar di telinga kita, dimana dalam artia kata sosial sendiri yang berarti sesuatu yang beralian dengan sistem hidup bersama atau hidup bermasyarakat dari orang atau sekelompok orang yang didalamnya sudah tercakup struktur, organisasi, nilai-nilai sosial, dan aspirasi hidup serta cara mencapainya.[1]
Diamana keadaan sosial didalam masyarakat umunya telah membentuk sebuah syetem system sosial melalui kebudayaan masyarakatnya. Dimana teori sistem sosial pertama kali diperkenalkan oleh seorang sosiolog Amerika, Talcot Parsons. Konsep sistem sosial merupakan konsep relasional sebagai pengganti konsep eksistensional perilaku sosial. Konsep struktur sosial digunakan untuk analisis yang abstrak, sedangkan konsep sistem sosial merupakan alat analisis realitas sosial sehingga sistem sosial menjadi suatu model analisis terhadap organisasi sosial. Konsep sistem sosial adalah alat pembantu untuk menjelaskan tentang kelompok-kelompok manusia. Model ini bertitik tolak dari pandangan bahwa kelompok-kelompok manusia merupakan suatu sistem. Tiap-tiap sistem sosial terdiri atas pola-pola perilaku tertentu yang mempunyai struktur dalam dua arti, yaitu :
1.       relasi-relasi sendiri antara orang-orang bersifat agak mantap dan tidak cepat berubah;
2.       perilaku-perilaku mempunyai corak atau bentuk yang relatif mantap.

Parsons menyusun strategi untuk analisis fungsional yang meliputi semua sistem sosial, termasuk hubungan berdua, kelompok kecil, keluarga, organisasi kompleks dan juga masyarakat keseluruhan. Sebagai suatu sistem sosial, ia mempunyai bagian yang saling bergantung antara yang satu dengan yang lainnya di dalam satu kesatuan. Kesemuanya saling mengkait satu sama lain dalam kebudayaan yang saling menguntungkan.
Dalam suatu sistem sosial, paling tidak harus terdapat empat hal, yaitu :
1. Dua orang
2. Terjadi interaksi di antara mereka
3. Bertujuan
4. Memiliki struktur, simbol dan harapan-harapan bersama yang dipedomaninya

Lebih lanjut Parsons mengatakan bahwa sistem sosial tersebut dapat berfungsi apabila dipenuhi empat persyaratan fungsional, yaitu :
1) Adaptasi, menunjuk pada keharusan bagi sistem-sistem sosial untuk menghadapi lingkungannya.
2) Mencapai tujuan, merupakan persyaratan fungsional bahwa tindakan itu diarahkan pada tujuan-tujuannya (bersama sistem sosial).
3) Integrasi, merupakan persyaratan yang berhubungan dengan interelasi antara para anggota dalam sistem sosial.
4) Pemeliharaan pola-pola tersembunyi, konsep latensi (latency) pada berhentinya interaksi akibat keletihan dan kejenuhan sehingga tunduk pada sistem sosial lainnya yang mungkin terlibat.
Model persyaratan fungsional Parsons ini dapat digunakan untuk menganalisis interaksi di antara pola-pola institusional utama di dalam sistem-sistem sosial yang lebih besar. Sistem sosial terdiri atas satuan-satuan interaksi sosial. Unsur-unsur tersebut membentuk struktur sistem sosial itu sendiri dan mengatur sistem sosial. Unsur-unsur sistem sosial tersebut ada sepuluh yaitu :
1. Keyakinan (pengetahuan)
2. Perasaan (sentimen)
3. Tujuan, sasaran, atau cita-cita
4. Norma
5. Kedudukan peranan (status)
6. Tingkatan atau pangkat (rank)

7. Kekuasaan atau pengaruh (power)
8. Sangsi
9. Sarana atau fasilitas
10. Tekanan ketegangan (stress-strain). [2]

Tentu saja berbagai system sosial yang terdapat pada masyarakat menurut Parsons jugalah dapat diterapkan dalam sebuah Perpustakaan. umumnya terdapat perilaku-perilaku sosial yang cenderung tetap dan teratur yang dapat dilakukan oleh Pustakawan dan Pemustaka, perilaku pustakawan dan pemustaka dapat menjadi pembatas perilaku-perilaku individu dan kelompok. Dalam sebuah Perpustakaan , individu atau kelompok akan cenderung menyesuaikan perilakunya dengan keteraturan kelompok atau masyarakatnya.
Sehingga tidak dapat dihindari bahwa perpustakaan terdapat sebuah interaksi, karena interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Bentuk lain dari proses sosial hanya merupakan bentuk-bentuk khusus dari interaksi sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang  dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun  antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Sedangkan didalam sebuah perpustakaan sering terjadi interaksi antara Pemustaka dan Pustakawan, dalam layanan sirkulasi. Dimana peran pustakawan disini sangatlah penting untuk menjaga Image perpustakaan itu sendiri, sebab Pustakawan di bagian layanan sirkulasi akan secara langsung berinteraksi dengan Pemustaka untuk memberikan kesan dan kenyamanan pemustaka sendiri.
Didalam layanan sirkulasi perpustakaan juga terdapat bagian yang tidak perlu untuk kontak secara langsung dengan pustakawan, hal ini disebabkan karena kemajuan teknologi. Yang dimaksud disini adalah layanan Open Public  Aces Cataloge  (OPAC). Dimana dalam penggunaan Opac tersebut adalah untuk mempermudah pemustaka dalam pencarian buku ataupun bahan koleksi lainya. Untuk mempermudah lagi pencarian koleksi maka sistem yang dikembangkan adalah dengan  memberi kebebasan kepada pemakai untuk memformulasikan permintaan informasinya baik dengan queri Boolean (queri menggunakan operator and, or, atau not), dengan pendekatan probabilistik (queri menggunakan operator sum dan wtd) ataupun campuran dari kedua tipe tersebut yang formulasinya dinamakan sebagai queri ganda. Ide mengkombinasikan queri Boolean dan probabilistic dipandang sebagai mengkombinasikan multiple sources of evidence. Hal ini dimaksudkan agar menduga relevansi antara dokumen dan queri lebih logis sehingga dapat meningkatkan kinerja system.[3]
Dari hasil ini maka pemustaka akan dapat dengan mudah menemukan koleksi yang diinginkan tanpa perlunya Menemui pemustaka.
Nama : Ilham Asnghari
NIM : 12310173023
Tugas : Teori Sosiollogi


DAFTAR PUSTAKA
Mahasiswa Jurusan Administrasi Negara, Sistem Sosial Budaya Indonesia,2015
J. Belkin, C. Cool, W.B. Croft, J.P. Callan, In Proceedings of the 16th Annual International ACM SIGIR Conference on Research and Development in Information Retrieval, Pittsburgh, 1993.
Setyawan D. Aditya, Sistem Sosial dan Sistem Budaya,(Bandung: Rafika aditama, 2012) hal.7


[1] Mahasiswa Jurusan Administrasi Negara, Sistem Sosial Budaya Indonesia,2015
[2] Setyawan D. Aditya, Sistem Sosial dan Sistem Budaya,(Bandung: Rafika aditama, 2012) hal.7
[3] J. Belkin, C. Cool, W.B. Croft, J.P. Callan, In Proceedings of the 16th Annual International ACM SIGIR Conference on Research and Development in Information Retrieval, Pittsburgh, 1993.