Senin, 10 Desember 2018

Fungsi Katalog bahan Pustaka

Kegiatan ataupun proses pembuatan sebuah ringkasan dari bahan pustaka atau dokumen (buku, majalah, CD-ROM, mikrofilm, dll.) ini lah yang disebut Katalogisasi. Istilah ini kadang-kadang juga meliputi klasifikasi bahan pustaka dan secara umum penyiapan bahan pustaka untuk digunakan pemakai. Kadang-kadang disebut juga dengan istilah pengindeksan (indexing) (miswan:3). Sedangkan katalog adalah Presentasi ciri-ciri dari sebuah bahan pustaka atau dokumen (misalnya: judul, pengarang, deskripsi fisik, subyek, dll.)koleksi perpustakaan yang merupakan wakil ringkas bahan pustaka tersebut yang disusun secara sistematis (miswan:3). Fungsi dari katalog perpustkakaan adalah:
1.      Untuk menunjukkan kepada pengguna apa yang disimpan di perpustakaan. Daftar katalog setiap barang yang didapat oleh perpustakaan. Dalam kasus serikat pekerja, atau katalog bersama, selain menampilkan apa yang dimiliki perpustakaan, katalog juga menunjukkan apa yang dapat diperoleh perpustakaan untuk pengguna.
2.      Untuk membantu pengguna melakukan pemilihan yang tepat. Dengan semua informasi dalam katalog, pengguna dapat memperoleh fakta yang relevan seperti penulis, judul, penerbit, tanggal publikasi, subjek yang relevan, dan format materi, seperti buku, videorecording, atau file computer
3.      Untuk menyediakan akses ke materi, baik melalui penulis, judul, atau subjek. Lokasi ditunjukkan dengan huruf dan angka simbol yang disebut sebagai nomor panggilan. Huruf dan angka ini kombinasi menunjukkan dengan tepat di mana bahan yang diinginkan diletakkan atau disimpan. Dalam penyatuan atau katalog bersama, kolom lokasi juga mengidentifikasi nama perpustakaan yang memiliki materi.
4.      Berfungsi sebagai alat yang sangat diperlukan untuk staf perpustakaan di bidang akuisisi, katalogisasi, kontrol inventaris, dan karya referensi.

Katalog di sebuah perpustakaan yang tertata sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan mampu memudahkan pemustaka ketika ingin melakukan pencarian koleksi. Semakin cepat pencarian bahan pustaka yang diperlukan maka semakin efektif dan efisien pula pelayanan yang dilakukan di perpustakaan tersebut. Katalogisasi berfungsi untuk mengorganisasikan segala informasi yang ada di suatu institusi maupun perpustakaan terkait. Segala macam bentuk koleksi baik cetak maupun non cetak, koleksi buku, maupun non buku dapat diorganisasikan ataupun dikatalogisasikan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Katalogisasi dapat juga diartikan sebagai proses pengkatalogan.
Katalog dan proses pengkatalogisasian suatu data mengalami perkembangan baik dari segi fisik maupun teknisnya. Semuanya memiliki keunggulan tersendiri pada masa kejayaannya. Sebelum mengenal katalog kartu orang-orang merasa bahwa penggunaan katalog buku telah dianggap efektif. Namun ternyata seiring perkembangan waktu katalog dapat berkembang hingga saat ini yaitu dengan dipergunakannya katalog komputer yang biasa kita sebut OPAC hampir disetiap perpustakaan. Metamorfosa dari katalog ini tentu memudahkan setiap pihak yang bersangkutan. Pustakawan tentu akan merasa tugasnya dipermudah karena jika pengkatalogisasian tidak mengalami perkembangan mungkin saat ini kita tidak mengenal katalog dan perpustakaan hanya mengandalkan kemampuan ingatan dari pustakawan. Dimasa yang notabene mengalami pembeludakan informasi ini, tentunya akan sangat sulit untuk mengingat berbagai macam koleksi yang mencapai ribuan atau bahkan jutaan yang ada di perpustakaan. Jika pekerjaan pustakawan harus menghafal nama-nama dan letak koleksi mungkin didunia ini tidak ada yang menginginkan posisi sebagai pustakawan. Selain pihak pustakawan juga tentunya yang merasa dimudahkan adalah pemustaka. pemustaka tidak perlu harus kebingungan dan bertanya kepada pustakawan apabila menginginkan atau mencari koleksi di perpustakaan. Mereka juga tidak perlu mengantri untuk mendapatkan giliran membaca katalog koleksi yang jumlahnya hanya minim. Dengan adanya perkembangan pengkatalogisasian, kini pemustaka hanya perlu duduk manis dan mengecek ketersediaan koleksi melalui OPAC yang dapat diakses melalui handpone pintarnya maupun dari komputer.
Salah satu contoh katalog micro
Author     Abbiati, David Lawrence, 1943-
  Title      Suicide in Maine : a socialpsychological study / David Lawrence Abbiati
Mat. Type      microfrom
Publisher     1975
  Copies            LOCATION                                  CALL NO.                                             STATUS               
                      Um Orono                                     Microfil Ab2-5                              AVAILABLES
                     Microfroms
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Phys Deser   ix, 131 leaves : 28 cm
Note   Ph. D. University of Connecticual 1975
Includes bibliographical refrences (leaves 130-131)
Microfilm. Ann Arbor : Umi, [1976]. I microfilm reel ; 35 mm. (76-1646)
Subject    suicide – maine
Suicde. (OCOLC)fst01137578
Maine. (oCoLC)fst01204270
OCLC#   213991
OCLC/RLIN#   2627193
Referensi:
S u g g e s t e d R e a d i n gChan, Lois Mai, and Joan S. Mitchell. Dewey Decimal Classification: Principles and Applications. 3rd ed. Dublin, Ohio: OCLC, 2003.
Ferguson, Bobby.
Subject Analysis: Blitz Cataloging Workbook. Englewood, Colo.: Libraries Unlimited, 1998.Chapter 3: Dewey Decimal Classification.  
Kao, Mary Liu. 2001. Cataloging and classification for library technicians 2nd ed. New     York: The Hawort Press.
Sanchez, Elaine R. 2011. Conversations with catalogers in the 21st century. California.
Mufid. Katalogisasi dan Analisi Subyek Bahan Pustaka Untuk Perpustakaan Madrasah.  
Arkiyah, Nanik. Perkembangan Katalog Perpustakaan Sebagai Sarana Temu Kembali Informasi.

0 komentar:

Posting Komentar