Jumat, 31 Agustus 2018

Old Liblary or now Liblary


Sudah sering kata perpustakaan di ucapkan oleh banyak orang, namun apakah yang dimaksud dengan perpustakaan itu sendiri?. Banyak sekali prespekti prespektif mengenai sebuah perpustakaan diantaranya mengatakan bahwa perpustakaan itu
hanyalah sebuah ruangan atau gedung yang hanya berisikan sebuah buku buku. Terdapat pula yang mengatakan perpustakaan merupakan sebuah ruang yang dipenuhi oleh rak rak yang dipenuhi buku, serta terdapat penjaga perpustakaan yang menjaga perpustakaan akan tetap tenang dan hening. Maka dari presepsi seperti itu perpustakaan akan terlihat sebagai tempat yang menakutkan dan sedikit peminat yang akan datang untuk berkunjung.Memang presepsi yang dikemukakan tadi dapat dibenarkan, namun hanya pada masanya dan presepsi tadi haruslah diubah di era milinial saat ini. Sehingga presepsi perpustakaan saat haruslah berbeda dengan perpustakaan yang ada pada masa lalu. Hal ini sama halnya yang di kemukakan oleh Ranganathan Terkait 5 hukum perpustakaan, yaitu; 1) Books are for use 2) Every reader his/her book  3) Every book, its reader 4) Save the time of the reader 5) A library is a growing organism.
Mengaca dari hukum kelima Ranganathan “a library is a growing organism” bahwa sebuah perpustakaan akan selalu berkembang dan terus berkembang mengikuti perkembangan teknologi yang ada didunia ini. Terbuktikan bahwasanya perpustakaan dulu yang terkenal hanya akan tempat atau gudang buku yang menyeramkan sekarang berubah menjadi sebuah tempat yang merupakan sumber informasi serta sebagai tempat rekreasi bersama teman maupun keluarga dan penyediaan informasi lengkap disertai dengan adanya perpustakaan digital yang memudahkan dalam berselancar informasi didunia maya.Untuk pengertian perpustakaan itu sendiri ada beragam yang memaknainya menurut bapak sutarno menjelaskan bahwa “Perpustakaan adalah mencakup suatu ruangan, bagian dari gedung / bangunan atau gedung tersendiri yang berisi bukubuku koleksi, yang diatur dan disusun demikian rupa, sehingga mudah untuk dicari dan dipergunakan apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh pembaca” (Sutarno NS, 2006:11). Adapun penjelasan dari bapak sulistiyo basuki Menurutnya, Perpustakaan adalah sebuah ruangan atau gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu yang digunakan pembaca bukan untuk dijual.
Dari pengertian disitu dengan sekema ataupun presepsi tentang perpustakaan merupakan bangunan yang menyeramkan adalah suatu hal yang wajar. Maka dari situ kita sekarang harus bisa mengartikan perpustakaan dengan lebih maju, seperti halnya kita dapat mengenalkan yang namanya perpustakaan digital yang menurut kusumah(2001) hasil kutipan yang diperoleh dari diffinisi  rangkuman Saffady yang menyebutkan bahwa Digital library adalah perpustakaan yang mengelola semua atau sebagian yang substansi dari koleksi-koleksinya dalam bentuk komputerisasi sebagai bentuk alternatif, suplemen atau pelengkap terhadap cetakan konvensional dalam bentuk mikro material yang saat ini didominasi koleksi perpustakaan.”
Nah dengan adanya Digitalisasi perpustakaan diharapkan sudut pandang perpustakaan yang menyeramkan akan hilang dengan sendirinya dimata masyarakata. 

3 komentar:

  1. Lantas bagaiman dengan perkembangan perpustakaan yang ada di pelosok yang memiliki keterbatasan dalam akses jaringannya?
    Apakah perpus digital akan tetap dilakukan dipelosok, tolong berikan solusi sekaligus penjelasan kakak...??

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah untuk perpustakaan di plosok memang akat mengalami kesulitan dalam memperoleh jaringan, namun dalam pengelolahan nya pihak pemerintahpun juga akan sulit untuk ikut serta dalam mendistribusikan baik itu buku maupun peralatan elektronik ke dalam perpustakaan perpustakaan yang ada dipelosok.
      meski begitu pengenalan perpustakaan digital juga perlu dikenalkan dalam perpustakaan plosok tersebut dengan menggiatkan aktifis aktifis yang peduli akan pergerakan sosial maupun literasi. \

      Hapus
  2. Sudut pandang dari masyarakat memang akan berubah tentang perpustakaan merupakan temp at menyeramkan tetapi apakah secara ekonomi dan sosial dapat menguntungkan dan diterima oleh masyarakat? Terutama untuk daerah yang masih tertinggal. Berikan alasan dan penjelasannya?

    BalasHapus