Sudah sering kata perpustakaan di
ucapkan oleh banyak orang, namun apakah yang dimaksud dengan perpustakaan itu
sendiri?. Banyak sekali prespekti prespektif mengenai sebuah perpustakaan diantaranya mengatakan bahwa perpustakaan itu
hanyalah sebuah
ruangan atau gedung yang hanya berisikan sebuah buku buku. Terdapat pula yang
mengatakan perpustakaan merupakan sebuah ruang yang dipenuhi oleh rak rak yang
dipenuhi buku, serta terdapat penjaga perpustakaan yang menjaga perpustakaan
akan tetap tenang dan hening. Maka dari presepsi seperti itu perpustakaan akan
terlihat sebagai tempat yang menakutkan dan sedikit peminat yang akan datang
untuk berkunjung.Memang presepsi yang dikemukakan
tadi dapat dibenarkan, namun hanya pada masanya dan presepsi tadi haruslah
diubah di era milinial saat ini. Sehingga presepsi perpustakaan saat haruslah
berbeda dengan perpustakaan yang ada pada masa lalu. Hal ini sama halnya yang
di kemukakan oleh Ranganathan Terkait 5 hukum perpustakaan,
yaitu; 1)
Books are for use 2) Every reader
his/her book 3)
Every book, its reader 4) Save the time of the reader 5) A library is a growing
organism.
Dari pengertian
disitu dengan sekema ataupun presepsi tentang perpustakaan merupakan bangunan
yang menyeramkan adalah suatu hal yang wajar. Maka dari situ kita sekarang
harus bisa mengartikan perpustakaan dengan lebih maju, seperti halnya kita
dapat mengenalkan yang namanya perpustakaan digital yang menurut kusumah(2001)
hasil kutipan yang diperoleh dari diffinisi
rangkuman Saffady yang menyebutkan bahwa “Digital library adalah
perpustakaan yang mengelola semua atau sebagian yang substansi dari
koleksi-koleksinya dalam bentuk komputerisasi sebagai bentuk alternatif,
suplemen atau pelengkap terhadap cetakan konvensional dalam bentuk mikro
material yang saat ini didominasi koleksi perpustakaan.”
Nah dengan
adanya Digitalisasi perpustakaan diharapkan sudut pandang perpustakaan yang
menyeramkan akan hilang dengan sendirinya dimata masyarakata.

Lantas bagaiman dengan perkembangan perpustakaan yang ada di pelosok yang memiliki keterbatasan dalam akses jaringannya?
BalasHapusApakah perpus digital akan tetap dilakukan dipelosok, tolong berikan solusi sekaligus penjelasan kakak...??
nah untuk perpustakaan di plosok memang akat mengalami kesulitan dalam memperoleh jaringan, namun dalam pengelolahan nya pihak pemerintahpun juga akan sulit untuk ikut serta dalam mendistribusikan baik itu buku maupun peralatan elektronik ke dalam perpustakaan perpustakaan yang ada dipelosok.
Hapusmeski begitu pengenalan perpustakaan digital juga perlu dikenalkan dalam perpustakaan plosok tersebut dengan menggiatkan aktifis aktifis yang peduli akan pergerakan sosial maupun literasi. \
Sudut pandang dari masyarakat memang akan berubah tentang perpustakaan merupakan temp at menyeramkan tetapi apakah secara ekonomi dan sosial dapat menguntungkan dan diterima oleh masyarakat? Terutama untuk daerah yang masih tertinggal. Berikan alasan dan penjelasannya?
BalasHapus